Analisis Manajemen Komunikasi Krisis Polresta Samarinda Pasca Peristiwa Affan Kurniawan (Muhammad Al Fatih)

Detail Metadata Artikel

  • Pengarang: Muhammad Al Fatih
  • Abstrak:

    Peristiwa penabrakan Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 oleh kendaraan taktis Brimob Polri menimbulkan krisis komunikasi terhadap institusi kepolisian di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manajemen komunikasi krisis yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan teori analisis Teori Situasional Crisis Communication Theory oleh Timothy W Coombs dengan metode penelitian kualitatif wawancara serta studi kasus. Penelitian ini berkesimpulan bahwa klaster krisis komunikasi yang dialami Polresta Samarinda adalah preventable dan strategi respon yang ditempuh adalah strategi rebuild dengan langkah compensation dan apology. Langkah compensation ditempuh dengan memberikan sembako kepada komunitas ojol di Samarinda dan langkah apology ditempuh dengan meminta maaf secara langsung serta pelaksanaan sholat gaib. Penelitian ini juga menemukan penolakan dari pimpinan komunitas ojol terhadap strategi komunikasi krisis Polresta Samarinda.

  • Kata Kunci: situational crisis communication theory, Affan Kurniawan, Polresta Samarinda, manajemen komunikasi krisis
  • NIM: 2202056081
  • Angkatan: 2022
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber Tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ainun Ni'matu Rohmah, S.I.Kom., M.A.
  • Nama e-Journal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File Artikel: Unduh Berkas PDF