POLA SELF-DISCLOSURE REMAJA GENERASI Z DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SAMARINDA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI (Anindya Cecya Cinta Chairunnisa)
Submitted by: Chairunnisa, Anindya
On: Jul 10, 2026 @ 4:54 AM
IP: 182.8.162.207
- Judul artikel eJournal: POLA SELF-DISCLOSURE REMAJA GENERASI Z DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SAMARINDA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI
- Pengarang (nama mhs): Anindya Cecya Cinta Chairunnisa
- Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menganalisis pola Self-disclosure remaja Generasi Z dari keluarga Broken home di Samarinda serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas diri melalui interaksi tatap muka maupun platform digital. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan snowball sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan (n = 8) berusia 16–22 tahun, lalu dianalisis dengan grounded coding (open, axial, selective) berbantuan NVivo 14. Dua kerangka teori digunakan: Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor (1973) untuk memetakan tahapan Self-disclosure, dan kerangka status identitas Marcia (2006) untuk menganalisis pembentukan identitas diri. Hasil menunjukkan bahwa pola Self-disclosure bersifat selektif, bertahap, dan terfiltrasi karena banyak remaja menyesuaikan keluasan (Breadth) dan kedalaman (Depth) pengungkapan berdasarkan kepercayaan terhadap lawan bicara dan kanal komunikasi. Media digital berfungsi sebagai arena negosiasi identitas yang ambivalen: fitur close friends dan akun sekunder memungkinkan eksplorasi peran lebih bebas, namun paparan konten digital memicu Social comparison yang menurunkan harga diri. Teman sebaya menjadi sistem dukungan sosial primer pengganti fungsi afeksi keluarga. Analisis status identitas menemukan empat informan pada fase Identity Moratorium, satu mencapai Identity Achievement, satu mengalami Identity Foreclosure situasional, dan dua berada pada Identity Diffusion. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Self-disclosure yang terfiltrasi berkontribusi pada pembentukan identitas melalui mekanisme substitusi fungsi afeksi keluarga ke teman sebaya dan ruang digital, menghasilkan identitas yang adaptif dan resilien. Rekomendasi meliputi program literasi media sosial berbasis sekolah, modul konseling sensitif Broken home, serta replikasi studi dengan desain longitudinal dan mixed-methods.
- Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Self-disclosure, identitas diri, Broken home, Generasi Z, komunikasi interperson
- NIM: 2202056060
- Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
- Program Studi: Ilmu Komunikasi
- Sumber tulisan: Skripsi
- Pembimbing: Dr. Rina Juwita, S.IP., M.HRIR
- Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
- Volume: 4
- Nomor: 1
- Tahun: 2026
- File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Anindya Cecya Cinta C_2202056060 (07-10-26-04-54-19).pdf (381 kB)




