POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA (Studi Pada Remaja di Kelurahan Gersik Kabupaten Penajam Paser Utara) (Nur Qomariah Hatuwe)

Submitted by: ,
On: Nov 2, 2016 @ 7:10 AM
IP: 61.5.113.26

  • Judul artikel eJournal: POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA (Studi Pada Remaja di Kelurahan Gersik Kabupaten Penajam Paser Utara)
  • Pengarang (nama mhs): Nur Qomariah Hatuwe
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Nur Qomariah Hatuwe, 2013, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda. Pola komunikasi keluarga dalam mencegah kenakalan remaja (Studi Pada Remaja Di Kel.Gersik Kab.Penajam Paser Utara).Dibimbing oleh Silviana Purwanti, S.Sos.M.Si dan Enos Paselle, S.Sos.M.AP.
    Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga dalam mencegah kenakalan remaja di Kelurahan Gersik Kabupaten Penajam Paser Utara.
    Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu analisis data yang diawali dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
    Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disebutkan bahwa pola komunikasi yang digunakan dalam mencegah kenakalan remaja di Kelurahan Gersik Kabupaten Penajam Paser Utara adalah menggunakan pola komunikasi interpersonal dengan intensitas atau frekuensi yang baik tetapi minim dalam penggunaan media komunikasi sebagai penunjang, namun hal ini masih belum berjalan dengan baik, mengingat masih kurangnya pengetahuan para keluarga disana dalam menggunakan pola komunikasi dan peranan keluarga sesungguhnya, sehingga masih smembutuhkan bimbingan dari pihak-pihak terkait agar pola komuniksi dalam mencegah kenakalan remaja disana biasa berjalan dengan lancar.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pola komunikasi keluarga, mencegah kenakalan kenakalan remaja.
  • NIM: 0802055236
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Silviana Purwanti, S. Sos. M.Si & Enos Paselle, S. Sos. M. AP
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal lmu Komunikasi nur (11-02-16-07-10-05).pdf (62 kB)

MAKNA KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU “BENTO” KARYA IWAN FALS (Analisis Semiotika Roland Barthes) (Bima Agung Sanjaya)

Submitted by: ,
On: Dec 7, 2013 @ 5:04 AM
IP: 180.248.91.136

  • Judul artikel eJournal: MAKNA KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU “BENTO” KARYA IWAN FALS (Analisis Semiotika Roland Barthes)
  • Pengarang (nama mhs): Bima Agung Sanjaya
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Musik adalah sarana bagi para musisi, seperti kata-kata yang merupakan sarana bagi penulis lagu untuk mengungkap apa yang ingin disampaikan. Dalam Lagu “Bento” karya Bento diciptakan Iwan dan Naniel Lagu Iwan Fals merupakan lagu-lagu yang sangat bagus dan mampu menyedot perhatian dari berbagai kalangan. Lagu Iwan Fals memang sarat dengan pesan kritik sosial kepada pemerintah pada saat Orde Baru. Berdasarkan analisis penulis terhadap lirik yang diteliti dalam lagu “Bento”, dari penelitian ini secara denotasi penggambaran lirik lagu “Bento” adalah seseorang pengusaha papan atas. Sedangkan makna konotasi dari lirik lagu “Bento” adalah gambaran riil dari kuatnya negara pada waktu Orde Baru. Orde baru merupakan suatu rezim yang telah memberikan berbagai catatan sejarah panjang dari kekuasaan otoriter masyarakat. Lagu “Bento” karya Iwan Fals merupakan kritik sosial yang dilakukan secara terselubung dapat berupa tindakan-tindakan simbolis yang menyiratkan penilaian maupun kecaman terhadap keadaan sosial suatu masyarakat secara tidak langsung. Kritik terhadap penguasa / eksekutif pada masa Orde Baru. Di dalam karya ini juga berisikan tentang kritik-kritik terhadap pejabat-pejabat yang menggunakan kedudukannya untuk memperkaya diri sendiri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Semiotika, Representasi, Lirik lagu “Bento”.
  • NIM: 0902055264
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Kalalinggi, M.Si dan Inda Fitryarini S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Bima Agung Sanjaya (0902055264) (12-07-13-05-04-09).pdf (494 kB)

POLITICAL MARKETING PARTAI “NasDem” MENUJU PEMILU 2014 (Strategi DPW Partai NasDem Kaltim Dalam Mencitrakan Diri Sebagai Partai Gerakan Perubahan) (Ahmad Aliyudin)

Submitted by: ,
On: Dec 7, 2013 @ 3:51 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: POLITICAL MARKETING PARTAI “NasDem” MENUJU PEMILU 2014 (Strategi DPW Partai NasDem Kaltim Dalam Mencitrakan Diri Sebagai Partai Gerakan Perubahan)
  • Pengarang (nama mhs): Ahmad Aliyudin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Partai NasDem hadir dengan tagline “Gerakan Perubahan” dan bagaimana partai NasDem mengoptimalkan cita-cita dari gagasan politiknya yang mengusung konsep Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Adapun konsep yang digunakan dalam pembahasan dan penelitian ini adalah konsep Marketing politik yaitu 4p product, promotion, price, place. Hasil penelitian menunjukkan partai NasDem mempunyai produk politik dengan konsep restorasi Indonesia selain itu mempunyai program kerja memperluas jaringan politiknya hingga ke tinggkat Desa dengan membangun struktur kepengurusan dan penguatan struktur politik. Salah satu upaya perluasan jaringan politik yang merupakan langkah awal bagi Partai NasDem Kaltim, terdapat beberapa upaya yang lainnya antara lain sistem o250 (yang merupakan sistem informasi dan perekrutan taraf online yang sangat membantu pergerakan Partai NasDem Kaltim yang isi dan fungsinya akan dipaparkan pada isi pembahasan), upaya melalui kinerja caleg Partai NasDem Kalimantan Timur, penguatan dan perluasan struktur pengurus, kinerja dari sayap-sayap Partai NasDem Kalimantan Timur, integrasi semua elemen dengan tujuan yang memperkuat kedudukan NasDem, Media massa yang menunjang keberadaan Partai NasDem Kaltim, promosi Partai NasDem Kaltim. Adapun harga psikologis yang ingin ditanamkan oleh partai NasDem yakni dengan tidak menghendaki adanya politik transaksional, mengedukasi masyarakat agar tidak membudayakan politik transaksional yang sifatnya hanya menguntungkan sementara
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partai NasDem, Pencitraan, Marketing Politik
  • NIM: 0902055263
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi.,M.Si dan Drs. Ghufron.,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap (12-07-13-03-51-19).pdf (372 kB)

PROSES PRODUKSI PROGRAM TALK SHOW “REDAKSI 8” PADA TELEVISI LOKAL TEPIAN TV SAMARINDA (Dina Febriyana)

Submitted by: ,
On: Dec 5, 2013 @ 2:55 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: PROSES PRODUKSI PROGRAM TALK SHOW “REDAKSI 8” PADA TELEVISI LOKAL TEPIAN TV SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Dina Febriyana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk memahami Proses Produksi Program Talk Show “Redaksi 8” Pada Televisi Lokal Tepian TV Samarinda, serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat Proses Produksi Program Talk Show “Redaksi 8” Pada Televisi Lokal Tepian TV Samarinda, karena terdapat kekurangan-kekurangan yang mengurangi kualitas dari penayangan program acara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deksriptif. Menggunakan 5 orang informan sebagai sumber memperoleh data, dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Model Interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah bahwa Proses Produksi Program Talk Show “Redaksi 8” memiliki beberapa tahapan yang telah sesuai dengan SOP proses produksi program acara yang terdiri dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Tahap pra produksi terbagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap di luar studio, yaitu proses pengangkatan tema dan brainstorming, dan tahap di dalam studio yang terdiri dari mempersiapkan set studio, mengecek lighting, menyalakan kamera dan mengatur angle kamera, mempersiapkan switcher video, mempersiapkan character generator, menyusun jadwal siaran dalam playbox dan mempersiapkan audio mixer beserta clip on. Tahap produksi, proses on air secara live dan yang berperan penuh adalah switcherman, chargen dan audioman yang tugasnya merangkap memonitor playbox. Tahap pasca produksi, dalam tahap ini tidak banyak yang dilakukan tim produksi karena program tersebut tayang secara live, hanya mengedit rekaman untuk ditayangkan keesokan harinya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): proses produksi program, talk show, televisi lokal
  • NIM: 0902055026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Inda Fitryarini, S.Sos., M.Si dan Syahrul Shahrial, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL DINA (12-05-13-02-55-40).pdf (327 kB)

ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN NON VERBAL DALAM IKLAN CLASS MILD VERSI “ MACET “ DI MEDIA TELEVISI (Novi Feralina)

Submitted by: feralina, novi
On: Dec 3, 2013 @ 8:15 AM
IP: 110.136.199.212

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA PESAN NON VERBAL DALAM IKLAN CLASS MILD VERSI “ MACET “ DI MEDIA TELEVISI
  • Pengarang (nama mhs): Novi Feralina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Artikel ini berisi tentang analisis semiotika makna pesan non verbal dalam iklan class mild versi macet di media televisi. Artikel ini difokuskan pada tanda-tanda non verbal dalam iklan class mild yang meliputi pesan kinesik yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu pesan pasial,gestural dan pesan postural. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis semiotika Charles Sander Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam iklan class mid versi macet di media televisi terdapat tanda-tanda non verbal yang memiliki makna-makna tersendiri. Iklan class mild versi macet dimedia televisi mencoba mengkomunikasikan pesannya melalui tanda-tanda komunikasi non verbal yang didalamnya terdapat pesan sosial untuk para audiencenya. Dalam iklan ini terdapat makna pesan sosial yang dimana mencoba memberitahukan bahwa suatu tindakan lebih baik dan berguna daripada banyak berbicara. bahasa tubuh di gunakan untuk menguatkan dan melengkapi kata-kata, menggantikan kata-kata yang mengandung rahasia, mengungkapkan perasaan dan pendapat seseorang, dan sebagai sebuah alat sapaan. Dari analisis iklan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang makna komunikasi yang terdapat dalam sebuah iklan sehingga para audience dapat lebih mudah dalam memaknai suatu tanda-tanda non verbal yang terdapat dalam suatu iklan dan dapat mencerna pesan positif yang ingin disampaikan oleh iklan kepada pemirsanya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Analisis semiotika ,makna tanda non verbal, iklan Class Mild
  • NIM: 0902055068
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Silviana Purwanti, S.Sos., M.Si dan Enos Paselle, S.Sos., M.Ap
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJurnal cabeee jadi beneran copy2 (12-03-13-08-15-42).pdf (311 kB)

Peran Humas Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Dalam Mensosialisasikan Bahaya Banjir di Kota Samarinda (Zainal Aqli)

Submitted by: ,
On: Dec 2, 2013 @ 1:50 AM
IP: 180.248.92.18

  • Judul artikel eJournal: Peran Humas Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Dalam Mensosialisasikan Bahaya Banjir di Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Zainal Aqli
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Artikel ini menggambarkan Peran Humas Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Dalam Mensosialisasikan Bahaya Banjir Di Kota Samarinda, Bencana banjir terjadi karena degradasi lingkungan (penurunan tingkat kualitas lingkungan) yang disebabkan oleh deforestasi dan peningkatan polusi air, udara dan tanah sehingga mengurangi daya serap tanah terhadap air. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, menutup selokan yang seharusnya menjadi tempat aliran air ketika hujan, dan sebagainya. Banyaknya sampah yang masih berserakan di sungai maupun selokan seperti plastik, botol bekas, pembalut wanita, dan sebagainya yang sulit hancur sehingga menyumbat aliran sungai atau selokan. Mereka tahu atau tidak tentang bahaya banjir sehingga hal yang mengakibatkan terjadinya banjir selalu mereka abaikan oleh karena itu pemerintah harus turun tangan untuk mensosialisasikan bahaya banjir kepada masyarakat. Masyarakat juga tidak boleh hanya mengaharapkan sebuah upaya-upaya pemerintah dalam menangani dan mengurangi masalah banjir di kota Samarinda, karena disini pemerintah juga meminta kerjasama masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan kita sehingga nantinya kota Samarinda terbebas dari masalah banjir.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran Humas, Sosialisasi bahaya banjir
  • NIM: 0902055153
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Hj. Hairunnisa, S.Sos., M.M dan Yuniarti, S.IP., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal 0902055153 (12-02-13-01-50-40).pdf (133 kB)

Analisis Semiotika Motif Batik Khas Samarinda (Fitri Yaning Tyas)

Submitted by: ,
On: Nov 30, 2013 @ 5:15 PM
IP: 39.193.129.103

  • Judul artikel eJournal: Analisis Semiotika Motif Batik Khas Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Fitri Yaning Tyas
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Artikel ini menyoroti tentang makna dibalik tanda motif batik khas Samarinda. Motif batik khas Samarinda tercipta berdasarkan lomba desain batik yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Samarinda yang bekerjasama dengan Komunitas Remaja Batik Samarinda. Dalam lomba tersebut terpilih enam nominasi yang dijadikan sebagai motif batik khas Samarinda. Enam nominasi yang terpilih adalah Batik Samarenda, Batik Pesona Pesut Mahakam Samarinda, Batik Biru Lautku-Lestari Pesutku, dan Batik Pesut 21. Artikel ini memfokuskan pada batik Samarenda dalam mendeskripsikan karakter kota Samarinda, melalui konsep relationship antara motif ikan pesut, sarung Samarinda dan perairan sungai mahakam. Makna dibalik tanda-tanda motif tersebut adalah penggambaran kota Samarinda dengan ciri-ciri kota Samarinda. Dengan menggunakan beberapa ikon maupun simbol kota Samarinda, seperti ikan pesut yang telah dijadikan sebagai monument di tepi mahakam dan gambar sarung Samarinda yang merupakan ikon budaya kota Samarinda yang telah dikenal hingga ke mancanegara. Motif yang paling dominan menggambarkan ciri-ciri maupun karakater kota Samarinda terlihat dalam gambar ikan pesut dan gambar sarung Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Semiotika, Motif Batik, Samarinda
  • NIM: 0902055104
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Inda Fitryarini, S.Sos, M.Si, Drs. H. Achmad Djumlani, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL (Fitri Yaning Tyas -0902055104) (11-30-13-05-15-40).pdf (272 kB)

TATO SEBAGAI SEBUAH MEDIA KOMUNIKASI NON VERBAL SUKU DAYAK BAHAU (Marcellina Eka Pradita)

Submitted by: Pradita, Marcellina Eka
On: Nov 23, 2013 @ 2:56 AM
IP: 116.0.0.214

  • Judul artikel eJournal: TATO SEBAGAI SEBUAH MEDIA KOMUNIKASI NON VERBAL SUKU DAYAK BAHAU
  • Pengarang (nama mhs): Marcellina Eka Pradita
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk Untuk meninterpretasikan dan menganalisis sebuah tanda yaitu Tato dalam Suku Dayak Bahau melalui studi semiotik. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian semiotik yaitu penelitian yang berusaha menginterpretasikan atau mengartikan suatu tanda atau objek melalui kajian semiotik C.S. Dengan menggunakan metode Pierce sebagai analisis utama, data-data yang disajikan menggunakan data primer dan sekunder melalui wawancara, artikel mengenai tato suku Dayak Bahau, buku-buku dan internet, kemudian teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model segitiga triadik oleh C.S Pierce.
    Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Tato Sebagai Media Komunikasi Non-Verbal Suku Dayak Bahau hingga saat ini masih terus mengalami perkembangan dan sedikit demi sedikit mengalami pergeseran makna budaya. Dimana kini pengguna tato bukanlah lagi seorang yang berdarah Dayak Bahau saja, melainkan di luar dari suku tersebut. Bahkan kini fenomena tato ukiran khas suku Dayak Bahau telah mendunia sehingga para masyarakat asing pun ikut mentato tubuh mereka dengan ukiran khas suku Dayak Bahau ini. Kaitannya dengan komunikasi non-verbal tentu sangat terlihat dengan adanya berbagai temuan fakta bahwa sejak zaman dahulu tato digunakan sebagai media komunikasi non-verbal oleh masyarakat Dayak Bahau dan bahkan sebagai simbol identitas diri mereka masing-masing.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): semiotika, tato, dayak bahau, komunikasi
  • NIM: 0902055213
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si, Annisa Wahyuni A, S.IP.,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal DITA pdf (11-23-13-02-56-10).pdf (101 kB)

Komunikasi pemasaran produk SIMPEDES di Bank Rakyat Indonesia cabang Samarinda (Melina Banggawaliman)

Submitted by: ,
On: Nov 20, 2013 @ 5:53 AM
IP: 125.160.72.225

  • Judul artikel eJournal: Komunikasi pemasaran produk SIMPEDES di Bank Rakyat Indonesia cabang Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Melina Banggawaliman
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Hasil dari penelitian ini adalah Komunikasi pemasaran produk Simpedes Bank Rakyat Indonesia Cabang Samarinda dilakukan melalui personal selling (penjualan perorangan), advertising (iklan), publicity (Publisitas), special event (acara khusus), dan komunikasi di tempat pembelian. Keunggulan tabungan Simpedes BRI oleh nasabah adalah suku bunga yang cukup tinggi, biaya pemeliharaan akun yang ringan, dan juga banyaknya hadiah yang ditawarkan adapun kendala atau keluhan nasabah tabungan Simpedes BRI Cabang Samarinda adalah sistem jaringan informasi yang sering mengalami gangguan, dan juga tempat acara pesta rakyat Simpedes yang tidak dapat menampung semua nasabah Simpedes BRI Cabang Samarinda sehingga undangan terbatas. Namun demikian dapat dismpulkan bahwa Komunikasi pemasaran Bank Rakyat Indonesia Cabang Samarinda dalam memasarkan produk Simpedes cukup berhasil.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Komunikasi Pemasaran, Simpedes, Bank BRI
  • NIM: 06563920861802
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2006
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Endang Erawan, M.Si dan Silviana Purwanti, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL ILMIAH mellyna (11-20-13-05-53-00).pdf (72 kB)

PELAKSANAAN FUNGSI PUBLIC RELATIONS OLEH BINAMITRA DI KANTOR POLSEKTA SAMARINDA ULU (Mellyna Apryanti)

Submitted by: ,
On: Nov 20, 2013 @ 5:08 AM
IP: 125.160.72.225

  • Judul artikel eJournal: PELAKSANAAN FUNGSI PUBLIC RELATIONS OLEH BINAMITRA DI KANTOR POLSEKTA SAMARINDA ULU
  • Pengarang (nama mhs): Mellyna Apryanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Artikel ini menunjukkan untuk mengetahui bagaimana berjalannya Pelaksanaan Fungsi Public Relations yang dijalankan oleh Unit Binamitra Pada Kantor Polsekta Samarinda Ulu serta Hambatan yang terjadi pada pelaksanaan fungsi tersebut diwilayah kota samarinda ulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi public relations yang dijalankan oleh Unit Binamitra Polsekta Samarinda Ulu telah berjalan sesuai fungsinya. Dari ketiga fungsi yang ada dalam menjamin dan menilai opini publik yang ada dari organisasi fungsi ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kegiatan dan program yang telah dijalankan oleh Unit Binamitra, fungsi yang kedua untuk memberikan nasihat dan penerangan kepada manajemen dalam hubungannya dengan opini publik yang ada juga telah berjalan dengan baik pula sesuai dengan fungsi yang dijalankan oleh setiap anggota kepolisian di Polsekta Samarinda Ulu, serta fungsi yang ketiga untuk menggunakan komunikasi dalam rangka mempengaruhi opini publik dijalankan dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang ada diwilayah Samarinda Ulu dengan melakukan penyuluhan serta tatap muka dengan warga setempat agar program yang disiapkan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta melakukan berbagaimacam upaya agar penyebaran informasi dapat berjalan lancar dengan didukung juga oleh media massa yang berupa penyebaran stiker, brosur kepada masyarakat yang ada. Hambatan yang dihadapi oleh Unit Binamitra dalam upaya sosialisasi ini adalah keterbatasan atau kurangnya sumber daya manusia serta kurangnya personil yang dimiliki dan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Unit Binamitra Polsekta Samarinda Ulu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Public Relations, Fungsi Pelaksanaan, Binamitra
  • NIM: 06563910861702
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2006
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Endang Erawan, M.Si & Drs. Ghufron, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 1
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): MELLY APRYANTI JOURNAL (11-20-13-05-08-33).pdf (94 kB)