Framing Kekerasan Seksual Pemimpin Sekte JMS dalam Dokumenter “In the Name of God : a Holy Betrayal” (Firda Dwi Agustina)

Submitted by: ,
On: Dec 16, 2024 @ 6:31 AM
IP: 182.3.141.5

  • Judul artikel eJournal: Framing Kekerasan Seksual Pemimpin Sekte JMS dalam Dokumenter “In the Name of God : a Holy Betrayal”
  • Pengarang (nama mhs): Firda Dwi Agustina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kekerasan seksual adalah masalah serius yang masih sering terjadi di berbagai konteks hingga dalam lingkup keagamaan sekalipun. Di Korea Selatan, kasus kekerasan seksual oleh pemimpin sekte JMS (Jesus Morning Star), Jeong Myeong-seok, diangkat dalam serial dokumenter In the Name of God: A Holy Betrayal episode 1 dan 2. Dokumenter ini tidak hanya menampilkan pengakuan korban tetapi juga menggambarkan manipulasi dan kekuasaan yang digunakan oleh pemimpin sekte untuk mengeksploitasi pengikutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana dokumenter ini membingkai isu kekerasan seksual menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mempelajari elemen visual, narasi, dan kronologi cerita dalam dokumenter untuk melihat bagaimana pesan disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumenter menyusun narasi yang menggugah empati penonton melalui pengakuan korban, fakta-fakta pendukung, dan visual yang kuat. Struktur sintaksis menyajikan alur cerita yang kronologis dan jelas, sementara struktur skrip menjelaskan detail peristiwa menggunakan elemen 5W+1H. Struktur tematik memperkuat pesan melalui hubungan antaradegan, dan struktur retoris menggunakan visual dan metafora untuk menonjolkan dampak emosional.Penelitian ini menyimpulkan bahwa dokumenter ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membingkai isu secara strategis untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kekerasan seksual dalam lini kehidupan. Dokumenter ini menjadi contoh bagaimana media dapat digunakan sebagai alat advokasi sosial yang efektif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dokumenter, Kekerasan Seksual, Analisis Framing
  • NIM: 1902056040
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Johantan Alfando WS, M.I.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL FRAMING KEKERASAN SEKSUAL PEMIMPIN SEKTE JMS DALAM DOKUMENTER IN THE NAME OF GOD A HOLY BETRAYAL (FIRDA DWI AGUSTINA_1902056040) (12-16-24-06-31-37).pdf (496 kB)

Interaksi Simbolik Dalam Konteks Hubungan Romantisme Online Pada Aplikasi Whatsapp Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2020 (Ahmad Naufal Rifaldi)

Submitted by: Rifaldi, Ahmad Naufal
On: Nov 21, 2024 @ 5:30 AM
IP: 103.166.212.5

  • Judul artikel eJournal: Interaksi Simbolik Dalam Konteks Hubungan Romantisme Online Pada Aplikasi Whatsapp Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2020
  • Pengarang (nama mhs): Ahmad Naufal Rifaldi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Interaksionisme Simbolik adalah sebuah perspektif dalam ilmu sosial yang menekankan pada pentingnya simbol dan makna dalam interaksi sosial, berakar pada interaksi antar manusia terdapat pertukaran simbol dan makna sehingga menghasilkan proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan guna melihat Interaksi simbolik emoji yang terjadi pada mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan pasangannya. Tujuan penelitian ini untuk memperdalam fenomena emoji apakah interaksi simbolik melalui emoji dalam konteks komunikasi romantis secara signifikan membuat komunikasi terjalin secara efektif di media WhatsApp pada Mahasiswa Universitas Mulawarman Ilmu Komunikasi Angkatan 2020 dengan menggunakan tiga konsep teori Interaksi Simbolik yaitu Pikiran (Mind), Diri (Self), dan Masyarakat (Society). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi yaitu jenis penelitian kualitatatif yang melihat dan mendengar dengan jelas dan rinci terkait penjelasan dan pemahaman individu berdasarkan pengalamannya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling (purposive sampling) dimana teknik ini memilih sampel yang didasarkan pada pertimbangan atau karakteristik khusus. Pengambilan sampel berupa observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam sebagai data primer lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan emoji untuk melalakukan percakapan dengan pasangannya, merasa terbantu dalam komunikasi, menghindari ambiguitas tujuan pesan, dan membentuk citra diri yang positif terhadap pasangannya, namun tidak semua pasangan menggunakan emoji romantis untuk memaksimalkan komunikasinya dalam hubungan romantis, setiap pasangan memiliki cara untuk memaksimalkan komunikasinya untuk mendukung hubungan romantisme online.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Interaksi Simbolik, Emoji, Whatsapp, Komunikasi Interpersonal
  • NIM: 2002056002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr.Silviana Purwanti, S.sos.,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Ahmad NR_Ejournal (1). (11-21-24-05-30-17).pdf (1030 kB)

Analisis Isi Retorika Gerakan Desak Anies dalam Upaya Pembentukan Citra Kampanye Anies Baswedan di Pemilu 2024 (Bintang Dhafin Alhafizh)

Submitted by: Alhafizh, Bintang Dhafin
On: Nov 13, 2024 @ 7:14 AM
IP: 36.85.6.169

  • Judul artikel eJournal: Analisis Isi Retorika Gerakan Desak Anies dalam Upaya Pembentukan Citra Kampanye Anies Baswedan di Pemilu 2024
  • Pengarang (nama mhs): Bintang Dhafin Alhafizh
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Secara sederhana, kampanye politik dapat diartikan sebagai sebuah upaya yang dilakukan oleh individu maupun organisasi untuk dapat menyakinkan atau mendapatkan atensi dari para pemilih. Pada Pemilihan Umum tahun 2024, semarak kampanye pun mulai menarik perhatian dari khalayak umum. Selain masifnya produksi konten di dunia maya, terdapat juga metode kampanye yang cukup menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Diprakarsai oleh komunitas Ubah Bareng, kegiatan “Desak Anies” menjadi salah satu kegiatan kampanye yang diusung oleh Calon Presiden Nomor urut 01, yakni Anies Baswedan. Dalam kegiatan “Desak Anies”, para komunikan dapat menyampaikan aspirasi dan juga bertanya tentang pemikiran dan gagasan terkait kondisi bangsa, serta visi-misi Anies Baswedan sebagai Calon Presiden. Hadirnya komunikasi interaktif pada kegiatan kampanye ini membuat peneliti tertarik dengan bagaimana implementasi retorika di dalamnya. Penelitian ini berfokus pada penerapan unsur dasar retorika, yakni ethos, logos dan pathos dalam upaya pembentukan citra kampanye Anies Baswedan. Melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dan diteliti dengan menggunakan metode analisis isi, penelitian memiliki fokus untuk mengetahui seberapa banyak kalimat ethos, logos, dan pathos dalam video “Desak Anies” yang ditampilkan di kanal youtube “Anies Baswedan” Penelitian ini mencakup 15 video yang terdiri dari 87 scene/dialog yang hadir pada segmen “Tanyain, Anies!”. Adapun hasil yang didapatkan ialah penggunaan unsur logos, yakni penyajian informasi yang akurat, penggunaan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan sebagainya, menjadi kalimat yang paling sering digunakan oleh Anies Baswedan. Kemudian disusul oleh penggunaan unsur pathos yang terkait dengan upaya persuasi melalui emosi dan karakter para komunikan dan unsur ethos yang membahas kalimat tentang kredibilitas dari pembicara.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kampanye, Retorika, Analisis Isi, Komunikasi Politik
  • NIM: 2002056012
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Nurliah, S.Sos., M.I.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Bintang Dhafin Alhafizh_2002056012 (11-13-24-07-14-31).pdf (240 kB)

Kritik Sosial terhadap Objektifikasi Perempuan pada Video Musik NXDE karya (G) I – DLE (Alya Hanifah Irwadi)

Submitted by: ,
On: Oct 22, 2024 @ 7:08 AM
IP: 36.82.185.254

  • Judul artikel eJournal: Kritik Sosial terhadap Objektifikasi Perempuan pada Video Musik NXDE karya (G) I – DLE
  • Pengarang (nama mhs): Alya Hanifah Irwadi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyampaian kritik sosial dalam video musik NXDE karya (G) I – DLE. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif Interpretatif dimana jenis ini memiliki paradigma yang berfokus pada sistem sosial kehidupan. Sampel penelitian ini adalah video musik NXDE karya (G) I – DLE. Metode penelitian nya adalah semiotika Roland Barthes dengan Indikator Objektifikasi perempuan oleh Andrea Dworkins di dalam buku nya Scapegoat. Hasil data yang didapat peneliti setelah memasukan indikator ini ada 3 adegan yang mewakili kritik sosial terhadap objektifikasi perempuan. Adegan – adegan tersebut memunculkan hal– hal yang berkaitan dengan objektifikasi perempuan antara lain Marylin Monroe, streotip dumb blonde dan para dewi dalam mitologi yunani yang menjadi tokoh penting objektifikasi perempuan seperti dewi Hera dan dewi Aprodhite, terdapat pula banyak simbol – simbol yang digunakan pada properti musik video NXDE ini dari gaya rambut hingga pakaian yang digunakan yang di dominasi warna merah yang merupakan warna sacral di korea selatan sehingga banyak digunakan dalam pakaian kerajaan – kerajaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kritik Sosial, Objektifikasi Perempuan, Semiotika Roland Barthes
  • NIM: 2002056036
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Rina Juwita, S.IP., M.HRIR
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJurnal_Alya Hanifah Irwadi_2002056036 (10-22-24-07-08-28).pdf (736 kB)

Analisis Dampak Cancel Culture dalam Film Budi Pekerti Semiotika Roland Barthes (Indah Hairunissa Eka Nurjunita)

Submitted by: Hairunissa Eka Nurjunita, Indah
On: Oct 9, 2024 @ 7:27 AM
IP: 125.160.114.156

  • Judul artikel eJournal: Analisis Dampak Cancel Culture dalam Film Budi Pekerti Semiotika Roland Barthes
  • Pengarang (nama mhs): Indah Hairunissa Eka Nurjunita
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Film sebagai media penyampai pesan dan sebagai media yang merepresentasikan isu sosial yang mampu merubah cara pandang seseorang maka film tersebut dikatakan sebagai media efektif dalam merepresentasikan kritik sosial. Salah satu isu sosial yang ramai dibicarakan saat ini adalah cancel cuture. Film yang membawakan cancel culture sebagai topik utamanya adalah Film Budi Pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda yang merupakan dampak-dampak cancel culture yang terjadi pada Film Budi Pekerti. Metode penelitian ini adalah kualititatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Untuk metode analisisnya penelitian ini menggunakan Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitiannya adalah ditemukan 8 scene yang mengandung tanda- tanda dampak-dampak cancel culture. Pada dampak ngatif yang pertama, kerugian pada korban yaitu mendapat hate comment atau cacian, kehilangan pekerjaan, kesempatan (mengikuti lomba dan naik jabatan), kedua, Spiral of silence dan terakhir adalah cancel culture dapat menarik seseorang untuk mengikuti pendapat mayoritas. Dampak positifnya yaitu sebagai wadah kontrol sosial yang menyadarkan seseorang akan kesalahannya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Semiotika, Cancel Culture, Hoax, Film
  • NIM: 20022056091
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Kadek Dristiana Dwivayani, S.Sos.,M.Med
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJurnal_Indah Hairunissa Eka Nurjunita_2002056091_removed (10-09-24-07-27-42).pdf (548 kB)

Bookstagram: Pemanfaatan Akun Instagram @missfioree dalam Membangun Budaya Literasi (Cindy Elysa)

Submitted by: Elysa, Cindy
On: Oct 9, 2024 @ 7:07 AM
IP: 125.160.113.56

  • Judul artikel eJournal: Bookstagram: Pemanfaatan Akun Instagram @missfioree dalam Membangun Budaya Literasi
  • Pengarang (nama mhs): Cindy Elysa
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Istilah bookstagram muncul sebagai tren fenomena baru di kalangan pengguna instagram dari kegiatan individu berbagi kecintaan mereka terhadap buku atau kehidupan membaca yang mampu membangkitkan sensorik dan sensual. Komunitas bookstagram menjadi ruang dinamis yang memperkaya pengalaman literasi dan memajukan budaya membaca di era digital. Popularitas bookstagram kemudian dimanfaatkan oleh akun @missfioree sejak 2016 hingga mencapai 35 ribu lebih pengikut karena keunikan dan konsistensinya pada konten. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kehadiran sosial pengguna melalui pemanfaatan platform media sosial instagram dalam membangun budaya literasi menggunakan Social Presence Theory dengan metode netnografi sebagai teknik analisisnya. Proses penelitian dilakukan dengan melibatkan informan utama dan analisis mendalam pada postingan instagram @missfioree. Temuan penelitian menyajikan tema yang diidentifikasi dari konstruksi multidimensi teori kehadiran sosial. Pertama, pada konteks sosial ditemukan bookstagram sebagai ruang sosial yang mempromosikan budaya literasi, ruang terjadinya pertukarran pengetahuan, ide, dan rekomendasi, serta terdapat motivasi anggota untuk membaca. Kedua, interaktivitas menekankan pada kolaborasi demi menciptakan interaksi yang lebih bermakna. Ketiga, komunikasi online yang dilakukan mempresentasikan bentuk komunikasi yang menggantikan bahasa tertulis melalui kata-kata, tone, simbol, emoji, tanda baca, konten visual sebagai pesan literasi kepada publik. Keempat, privasi sistem dan perasaan privasi yang aman menghadirkan lingkungan online terpercaya dan nyaman di bookstagram. @missfioree mengoptimalkan platform bookstagram sebagai sarana membangun budaya literasi yang efektif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Bookstagram, Budaya Literasi, Kehadiran Sosial, Netnografi
  • NIM: 2002056094
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Kadek Dristiana D, S.Sos., M.Med.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_Ilkom_Cindy Elysa_2002056094 (10-09-24-07-07-13).pdf (501 kB)

Strategi Komunikasi Pemerintah Desa Dalam Mencegah Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Di Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang (Haidar Fathur Rizaldi Purnomo)

Submitted by: ,
On: Sep 23, 2024 @ 3:52 AM
IP: 180.247.246.19

  • Judul artikel eJournal: Strategi Komunikasi Pemerintah Desa Dalam Mencegah Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Di Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang
  • Pengarang (nama mhs): Haidar Fathur Rizaldi Purnomo
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Strategi Komunikasi Pemerintah Desa Dalam Mencegah Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan di Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang dibawah bimbingan Bapak Dr. Erwiantono, S.Pi., M.Si dan Ibu Annisa Wahyuni Arsyad, S.IP., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Pemerintah Desa dalam upaya mencegah alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang. Fokus utama penelitian meliputi beberapa aspek, yaitu: sumber, pesan, media, penerima, efek, dan umpan balik. Informan kunci dalam studi ini adalah Kepala Desa dan Sekretaris Desa Bukit Pariaman. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi komunikasi Pemerintah Desa dalam mencegah konversi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan di Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang, Pemerintah Desa Bukit Pariaman sebagai sumber dalam mencegah konversi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan. Pesan yang disampaikan Pemerintah Desa kerugian bagi pihak petani dan dampak buruk bagi lingkungan Desa Bukit Pariaman, yang akan menyebabkan dari adanya lahan pertambangan. Media yang digunakan Pemerintah Desa yaitu melalui surat undangan kepada perusahaan dan melalui via media sosial WhatsApp bagi masyarakat di Desa Bukit Pariaman. Perusahaan sebagai penerima pesan dari Pemerintah Desa Bukit Pariaman, sudah banyak dilakukan diskusi, memberikan solusi masalah yang dihadapi masyarakat khususnya petani di Desa Bukit Pariaman, dan perusahaan diberikan saran untuk langsung menghentikan kegiatan tambangnya ke Dinas Pertanian. Efek atau dampaknya pada sumber mata pencaharian warga petani yang menjadi hilang, dan daerah Desa Bukit Pariaman terkena dampak banjir, menurunnya pertumbuhan perekonomian di Desa Bukit Pariaman, perusahaan tidak memperhatikan terhadap kualitas lingkungannya setelah adanya lahan tambang yang masih berjalan, dan umpan balik dari perusahaan pertambangan tetap menjalankan usahanya, disisi lain mereka dapat membantu masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan karena mengingat dalam pertambangan membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Pemerintah Desa, Konversi Lahan Pertanian, Lah
  • NIM: 1502055070
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Erwiantono, S. Psi., M. Si Annisa Wahyuni Arsyad, S. IP., M.M
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): EJOURNAL – HAIDAR FATHUR – 1502055070 (09-23-24-03-52-29).pdf (131 kB)

Pemaknaan Khalayak Terhadap Isu Beauty Privilege Dalam Serial Animasi Lookism (Rossa Lina)

Submitted by: ,
On: Aug 30, 2024 @ 4:26 AM
IP: 103.111.136.226

  • Judul artikel eJournal: Pemaknaan Khalayak Terhadap Isu Beauty Privilege Dalam Serial Animasi Lookism
  • Pengarang (nama mhs): Rossa Lina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Adanya konstruksi sosial di masyarakat tentang sebuah standar rupawan, melahirkan sebuah isu dan fenomena yang dikenal sebagai beauty privilege. Beauty privilege memberikan hak istimewa berupa kemudahan menjalani hidup bagi mereka yang dianggap rupawan karena masuk dalam standar rupawan tertentu, namun di satu sisi, hadirnya beauty privilege bagi mereka yang rupawan rupanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk memandang mereka yang biasa saja dan tidak masuk standar rupawan dengan sebelah mata bahkan memberikan perlakuan diskriminasi. Maka dari itu penelitian ini berfokus untuk melihat bagimana pemaknaan khalayak terhadap isu beauty privilege dalam serial animasi Lookism episode satu dan dua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seperti apa para khalayak melihat dan memaknai isu beauty privilege yang digambarkan dalam serial animasi berdasarkan kerangka berpikir mereka yang terbentuk melalui latar belakang dan pengalaman di kehidupan nyata. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori analisis resepsi Stuart Hall yang membagi pemaknaan pada tiga posisi yaitu posisi dominan hegeomik, posisi negosiasi, dan posisi oposisional. Data utama dari penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang kemudian hasil wawancaranya dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif Miles dan Hubermen. Hasilnya disimpulkan bahwa narasumber memiliki kemampuan untuk menganalisis adegan dalam serial animasi Lookism yang berkaitan dengan beauty privilege dan memaknainya sesuai dengan kerangka berpikir dan pengalaman mereka. Pemaknaan para narasumber diklasifikasikan ke dalam tiga posisi pemaknaan dan didapati narasumber terbagi menjadi dua posisi yaitu posisi dominan hegeomik dimana narasumber menerima sepenuhnya beauty privilege dalam serial animasi Lookism dan posisi negosiasi dimana narasumber tidak sepenuhnya menerima penggambaran beauty privilege dalam serial animasi Lookism.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Beauty Privilege, Pemaknaan Khalayak, Lookism.
  • NIM: 2002056013
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Jaka Farih Agustian
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Rossa Lina (08-30-24-04-26-22).pdf (319 kB)

Fenomena Fear of Missing Out (FoMo) Dalam Penggunaan Media Sosial Instagram di Kalangan Duta Wisata Kalimantan Timur (Grace Ula)

Submitted by: Ula, Grace
On: Aug 13, 2024 @ 5:54 AM
IP: 114.122.198.133

  • Judul artikel eJournal: Fenomena Fear of Missing Out (FoMo) Dalam Penggunaan Media Sosial Instagram di Kalangan Duta Wisata Kalimantan Timur
  • Pengarang (nama mhs): Grace Ula
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Salah satu akibat dari teknologi yang terus berkembang adalah sindrom Fear of Missing Out (FoMo) yaitu sebuah kondisi seseorang merasakan takut, cemas dan khawatir akan ketinggalan tren yang sedang berjalan sehingga terpacu untuk terus up to date dalam menerima dan memberi informasi agar tidak kehilangan suatu momen tertentu. Duta Wisata sebagai center of attention publik membuat mereka aktif di media sosial terutama yang berhubungan dengan informasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Ditambah lagi dengan usia yang memang masuk ke dalam kategori pengguna media sosial terbanyak memberikan peluang besar bagi Duta Wisata Kalimantan Timur untuk terkena sindrom FoMo dengan lebih mudah. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratifications dengan metode penelitian kualitatif. Uses and gratifications merupakan sebuah teori yang fokus asumsinya adalah, khalayak aktif dan berorientasi pada tujuan, berinisiatif menghubungkan kepuasan kebutuhan pada media, berkompetensi dengan sumber lain untuk kepuasan kebutuhan, kesadaran dalam menggunakan internet, minat dan motif, sehingga mampu memberikan gambaran mengenai kegunaan, dan penilaian mengenai nilai isi media hanya dapat dilakukan oleh khalayak. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Duta Wisata Kalimantan Timur memperlihatkan gejala FoMo, dimana dari kelima asumsi yang didapatkan mengacu pada indaktor dan aspek FoMo. Teori uses and gratifications menjelaskan bahwa semakin seseorang mengerti bagaimana ia menggunakan media sesuai kebutuhannya, maka ia tidak akan dikendalikan media. Dalam penelitian ini kemudian didapatkan hasil sebaliknya, di mana semakin Duta Wisata Kalimantan Timur memahami media, khususnya media sosial Instagram, mereka justru semakin menunjukan gejala FoMo.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): FoMo, Duta Wisata Kalimantan Timur, Uses and Gratifications
  • NIM: 1802055069
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2018
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ainun Ni’matu Rohmah, S.I.Kom., M.A.
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Ejournal_Grace Ula_Ilkom_1802055069 (08-13-24-05-54-20).pdf (161 kB)

REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI DALAM LIRIK LAGU DAN VIDEO MUSIK “TUTUR BATIN” KARYA YURA YUNITA: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES (Maria Magdalena)

Submitted by: Magdalena, Maria
On: Aug 12, 2024 @ 6:20 AM
IP: 36.83.48.79

  • Judul artikel eJournal: REPRESENTASI PENERIMAAN DIRI DALAM LIRIK LAGU DAN VIDEO MUSIK “TUTUR BATIN” KARYA YURA YUNITA: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
  • Pengarang (nama mhs): Maria Magdalena
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi penerimaan diri pada lagu Tutur Batin yang dirilis pada Oktober 2021. Lagu Tutur Batin meraih kepopulerannya karena lirik yang dituangkan memiliki makna mendalam atas perasaan seseorang, ungkapan atas dirinya yang belum mampu terucapkan karena tidak mempunyai keberanian dan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif. Pendekatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Roland Barthes. Representasi penerimaan diri menggambarkan sebuah penerimaan diri yang sangat kompleks sesuai dengan yang dialami baik oleh perempuan maupun laki-laki. Bentuk pesan penerimaan diri disampaikan agar kita menerima, bersyukur, mencintai, menghargai diri kita sendiri dan berhenti untuk menuntut diri kita menjadi seperti yang orang lain mau. Dari hasil penelitian ini peneliti menemukan bahwa tiap scene dan lirik lagu menggambarkan 5 tahap penerimaan diri yang dikemukakan oleh Kubler-Ross.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Semiotika, Lirik Lagu, Video Musik, Tutur Batin, Penerimaan Diri.
  • NIM: 1902056028
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Hj. Hairunnisa, S.Sos.,
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 12
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2024
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Maria Magdalena (08-12-24-06-20-30).pdf (671 kB)