ANALISIS FRAMING KONTEN KREATOR @vicky_nastasha DAN @furqonajiy DALAM ISU #KABURAJADULU DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Fatih Arya Ramzani)

Submitted by: Ramzani, Fatih Arya
On: Jul 28, 2026 @ 5:06 AM
IP: 182.8.182.156

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS FRAMING KONTEN KREATOR @vicky_nastasha DAN @furqonajiy DALAM ISU #KABURAJADULU DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
  • Pengarang (nama mhs): Fatih Arya Ramzani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Fenomena #KaburAjaDulu telah menjadi sebuah wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan keprihatinan, ketidakpuasan, dan kritik mereka terhadap kondisi sosial-politik di Indonesia melalui media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji terkait metode setiap konten creator dalam membingkai isu #KaburAjaDulu melalui konten video Instagram yang diunggah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Kosicki untuk menganalisis video yang diunggah oleh @vicky_nastasha dan @furqonajiy. Melalui hasil penelitian, ditemukan bagaimana kedua konten kreator memiliki sudut pandang masing-masing terhadap isu yang sama. @furqonajiy melakukan pembingkaian isu bahwa adanya paksaan sosial dalam konteks permasalahan politik dan ekonomi serta ketiadaan tanggapan dan bantuan pemerintah, sedangkan @vicky_nastasha memberikan penawaran pembingkaian bahwa jiwa nasionalisme merupakan bentuk kontribusi untuk negara yang tidak terpaku oleh tempat tinggal setiap individu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa platform Instagram sebagai new media memungkinkan para konten kreator untuk membentuk realitas sosial melalui narasi di media digital. Hasil penelitian mendukung penggunaan model framing Zhongdang Pan dan Kosicki pada konten media sosial, hingga memberikan berbagai penegtahuan terkait kontribusi setiap konten kreator terhadap pemahaman publik terhadap berbagai isu sosial-politik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Framing, #KaburAjaDulu, Instagram, Konten Kreator.
  • NIM: 2202056032
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Johantan Alfando Wikandana Sucipta, S.I.Kom., M.I.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): EJOURNAL SKRIPSI FATIH ARYA RAMZANI (07-28-26-05-06-07).pdf (425 kB)

Pemanfaatan Game Mobile Legends Sebagai Media Interaksi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Robby Candra)

Submitted by: Candra, Robby
On: Jul 21, 2026 @ 10:45 AM
IP: 140.213.68.122

  • Judul artikel eJournal: Pemanfaatan Game Mobile Legends Sebagai Media Interaksi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman
  • Pengarang (nama mhs): Robby Candra
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Perkembangan media digital telah mengubah pola interaksi manusia, terutama dalam komunikasi berbasis teknologi. Game daring kini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang sosial virtual yang interaktif, dan Mobile Legends menjadi salah satu platform populer di kalangan mahasiswa sebagai media komunikasi dan pembentukan hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan Mobile Legends sebagai media interaksi sosial pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman melalui perspektif Uses and Gratifications 2.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive sampling, yaitu mahasiswa aktif pengguna Mobile Legends yang memiliki pengalaman mabar (main bareng). Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Legends berperan signifikan sebagai media interaksi sosial melalui empat dimensi gratifikasi: modality, agency, interactivity, dan navigability. Fitur voice chat dan koordinasi tim memungkinkan komunikasi real-time yang efektif, sementara aktivitas mabar mendorong kerja sama, solidaritas, dan kedekatan emosional. Pemain juga memperoleh gratifikasi berupa rasa kebersamaan, pengakuan sosial, dan kepuasan emosional yang berbeda pada konteks in-group maupun out-group. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mobile Legends berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu memenuhi kebutuhan sosial mahasiswa serta memperkuat relevansi teori Uses and Gratifications 2.0 dalam konteks media interaktif kontemporer.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Mobile Legends, interaksi sosial, komunikasi digital, Uses and Gratifications 2.
  • NIM: 1902056086
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Harry Isra Muhammad, S.S, M.A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Artikel eJournal_Robby_Candra_1902056086 (07-21-26-10-45-31).pdf (161 kB)

Identifikasi Aktivitas Word Of Mouth Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Bisnis Penatu “Embok” Di Kecamatan Tenggarong (Muhammad Rifky Iqbal Maulana AF)

Submitted by: Maulana, Muhammad
On: Jul 17, 2026 @ 10:51 AM
IP: 114.10.139.24

  • Judul artikel eJournal: Identifikasi Aktivitas Word Of Mouth Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Bisnis Penatu “Embok” Di Kecamatan Tenggarong
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Rifky Iqbal Maulana AF
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Persaingan usaha jasa penatu di Kecamatan Tenggarong yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk mampu mempertahankan pelanggan melalui loyalitas serta komunikasi word of mouth yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas word of mouth dalam meningkatkan pada Penatu “Embok” di Kecamatan Tenggarong. loyalitas pelanggan dan word of mouth merupakan aspek penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha jasa penatu di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha serta pelanggan Penatu “Embok”. Temuan data yang ada akan dianalisis sesuai dengan indikator yang ada sebagai berikut; membicarakan produk atau jasa dengan pengalaman positif, merekomendasikan produk atau jasa kepada keluarga, teman, dan lain-lain, dan persuasi keluarga, teman, dan lain-lain menggunakan jasa atau produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan pada Penatu “Embok” terbentuk melalui kualitas pelayanan yang baik, hasil pencucian yang memuaskan, harga yang terjangkau, serta hubungan yang baik antara pemilik usaha dan pelanggan. Selain itu, word of mouth yang terjadi didominasi oleh rekomendasi positif pelanggan kepada keluarga, teman, dan kerabat berdasarkan pengalaman yang mereka rasakan. Rekomendasi tersebut berkontribusi dalam menarik pelanggan baru dan memperkuat citra positif usaha. Sehingga kepuasan pelanggan berperan penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan sekaligus mendorong terbentuknya komunikasi word of mouth yang efektif bagi perkembangan Penatu “Embok”.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Word of mouth, Loyalitas Pelanggan, Komunikasi Pemasaran, Jasa Penatu
  • NIM: 2002056049
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Kezia Arum Sary,S.Ds, M.Med.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_mulai_hlm_genap_muhammad_rifky_2002056049 (07-17-26-10-51-32).pdf (312 kB)

POLA SELF-DISCLOSURE REMAJA GENERASI Z DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SAMARINDA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI (Anindya Cecya Cinta Chairunnisa)

Submitted by: Chairunnisa, Anindya
On: Jul 10, 2026 @ 4:54 AM
IP: 182.8.162.207

  • Judul artikel eJournal: POLA SELF-DISCLOSURE REMAJA GENERASI Z DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SAMARINDA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI
  • Pengarang (nama mhs): Anindya Cecya Cinta Chairunnisa
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menganalisis pola Self-disclosure remaja Generasi Z dari keluarga Broken home di Samarinda serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas diri melalui interaksi tatap muka maupun platform digital. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan snowball sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan (n = 8) berusia 16–22 tahun, lalu dianalisis dengan grounded coding (open, axial, selective) berbantuan NVivo 14. Dua kerangka teori digunakan: Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor (1973) untuk memetakan tahapan Self-disclosure, dan kerangka status identitas Marcia (2006) untuk menganalisis pembentukan identitas diri. Hasil menunjukkan bahwa pola Self-disclosure bersifat selektif, bertahap, dan terfiltrasi karena banyak remaja menyesuaikan keluasan (Breadth) dan kedalaman (Depth) pengungkapan berdasarkan kepercayaan terhadap lawan bicara dan kanal komunikasi. Media digital berfungsi sebagai arena negosiasi identitas yang ambivalen: fitur close friends dan akun sekunder memungkinkan eksplorasi peran lebih bebas, namun paparan konten digital memicu Social comparison yang menurunkan harga diri. Teman sebaya menjadi sistem dukungan sosial primer pengganti fungsi afeksi keluarga. Analisis status identitas menemukan empat informan pada fase Identity Moratorium, satu mencapai Identity Achievement, satu mengalami Identity Foreclosure situasional, dan dua berada pada Identity Diffusion. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Self-disclosure yang terfiltrasi berkontribusi pada pembentukan identitas melalui mekanisme substitusi fungsi afeksi keluarga ke teman sebaya dan ruang digital, menghasilkan identitas yang adaptif dan resilien. Rekomendasi meliputi program literasi media sosial berbasis sekolah, modul konseling sensitif Broken home, serta replikasi studi dengan desain longitudinal dan mixed-methods.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Self-disclosure, identitas diri, Broken home, Generasi Z, komunikasi interperson
  • NIM: 2202056060
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Rina Juwita, S.IP., M.HRIR
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Anindya Cecya Cinta C_2202056060 (07-10-26-04-54-19).pdf (381 kB)

DISTORSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL AKIBAT PERILAKU PHUBBING DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Fenomenologi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNMUL) (Andi Muhammad Anas Mauliddin)

Submitted by: Mauliddin, Andi Muhammad Anas
On: Jul 7, 2026 @ 3:27 AM
IP: 36.80.170.55

  • Judul artikel eJournal: DISTORSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL AKIBAT PERILAKU PHUBBING DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Fenomenologi Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNMUL)
  • Pengarang (nama mhs): Andi Muhammad Anas Mauliddin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami pengalaman serta persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dalam komunikasi interpersonal yang terdampak oleh perilaku phubbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan fenomenologi. Penelitian ini juga menggunakan Teori Pelanggaran Harapan dari Judee K. Burgoon, untuk memahami bagaimana individu mengalami dan memaknai perilaku phubbing sebagai bentuk pelanggaran dalam interaksi komunikasi interpersonal. Data diperoleh melalui pra-observasi dan wawancara mendalam, dengan teknik purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel dalam penetapan enam informan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022 sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki harapan komunikasi berupa kehadiran dan perhatian penuh, keterlibatan aktif, serta adanya respons timbal balik yang setara. Perilaku phubbing dimaknai sebagai pelanggaran harapan dalam komunikasi yang bernilai negatif karena mengganggu fokus, alur komunikasi, serta menimbulkan perasaan negatif seperti rasa tidak nyaman dan tidak dihargai. Namun perilaku tersebut masih dinilai positif dan dimaklumi jika didasari kepentingan yang jelas atau mendesak. Temuan juga menunjukkan bahwa kedekatan memengaruhi cara individu merespons perilaku, tetapi tidak menghilangkan dampak yang dirasakan. Secara keseluruhan, phubbing dinilai sebagai perilaku yang tidak dapat dinormalisasikan dalam interaksi karena dianggap dapat mengganggu komunikasi serta kualitas interaksi dan hubungan interpersonal individu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Distorsi, Komunikasi Interpersonal, Mahasiswa, Phubbing, Pelanggaran Harapan
  • NIM: 2202056097
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ainun Ni’matu Rohmah, S.I.Kom., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Andi Muhammad Anas Mauliddin_2202056097 (07-07-26-03-27-31).pdf (497 kB)

Pengurangan Ketidakpastian Komika Difabel Budi Hardian Dalam Komunitas Standupindo Samarinda (Husnul Khotimah)

Submitted by: ,
On: May 22, 2026 @ 4:55 AM
IP: 180.247.247.84

  • Judul artikel eJournal: Pengurangan Ketidakpastian Komika Difabel Budi Hardian Dalam Komunitas Standupindo Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Husnul Khotimah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pengurangan ketidakpastiam seorang komika difabel Budi Hardian di dalam Komunitas Stand-Up Comedy di Samarinda. Teori Pengurangan Ketidakpastian oleh Berger dan Calebrese menjadi dasar penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan Komika Difabel Budi Hardian sebagai subjek utama penelitian ini yang menjadi informan kunci. Diikuti dengan empat orang informan pendukung dari anggota Komunitas Standupindo Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengurangan ketidakpastian komika difabel Budi Hardian dalam Komunitas Standupindo Samarinda tampak signifikan dan dapat dilihat melalui tujuh faktor-faktor yang memengaruhinya, antara lain Komunikasi Verbal, Ekspresi non Afiliasi, Pencarian Informasi, Kedekatan, Timbal Balik, Kesamaan, dan Kesukaan. Proses pengurangan ketidakpastian ditemukan peneliti tidak berhenti ketika Budi Hardian dalam Komunitas Standupindo Samarinda ketika masa awal perkenalan saja, namun dalam jangka panjang ketika dirinya sudah menjadi anggota di antara anggota lainnya. Meskipun menunjukkan tanda-tanda pengurangan ketidakpastian yang positif melalui ketujuh faktor di atas, namun ketidakpastian masih ditemukan di situasi dan konteks tertentu pada setiap faktor yang memengaruhinya. Hal ini bisa terjadi karena dinamika hubungan antar-manusia di dalam Komunitas Standupindo Samarinda tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengurangan ketidakpastian melalui tujuh faktor utama yang memengaruhinya dapat tampak secara signifikan oleh Budi Hardian dalam Komunitas Standupindo Samarinda karena keduanya sama-sama menunjukkan kemauan yang sama dalam membangun hubungan. Penelitian ini menyarankan perlu adanya perkembangan teori pengurangan ketidakpastian perlu dilanjutkan oleh para peneliti selanjutnya dengan melibatkan komunitas seni lainnya serta pemanfaatan kemajuan teknologi dan perannya terhadap difabel.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pengurangan Ketidakpastian, Difabel, Budi Hardian, Komunitas, Stand-Up Comedy, K
  • NIM: 2102056059
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ainun Nimatu Rohmah, S.Ikom., M.A.
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal artikel – Husnul Khotimah 2102056059 (Jurnal Ilkom Unmul) (05-22-26-04-55-24).pdf (420 kB)

Pengaruh Pesan Kampanye Gerakan World Cleanup Day Indonesia terhadap Sikap Peduli Lingkungan Anggota WCDI Samarinda (Annisa Larasati)

Submitted by: Larasati, Annisa
On: May 18, 2026 @ 8:36 AM
IP: 182.253.164.241

  • Judul artikel eJournal: Pengaruh Pesan Kampanye Gerakan World Cleanup Day Indonesia terhadap Sikap Peduli Lingkungan Anggota WCDI Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Annisa Larasati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pentingnya kampanye lingkungan yang efektif mendorong penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana pesan kampanye dari gerakan World Cleanup Day Indonesia mampu membentuk sikap peduli lingkungan. Khususnya bertujuan untuk menganalisis pengaruh tujuh dimensi pesan kampanye berdasarkan 7C pesan kampanye yang efektif menurut Cutlip & Center terhadap sikap peduli lingkungan pada anggota WCDI Samarinda. Selain itu, Elaboration Likelihood Model (ELM) dari Petty & Cacioppo digunakan sebagai pendukung dalam menjelaskan proses penerimaan pesan kampanye. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berskala Likert. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa channels atau saluran komunikasi merupakan dimensi pesan kampanye yang paling berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap peduli lingkungan. Secara simultan, variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, dengan nilai F-hitung sebesar 21,621 dan signifikansi > 0,001. Kemudian, nilai koefisien determinasi sebesar 0,622 mengindikasikan bahwa 62,2% variasi perubahan sikap peduli lingkungan dapat dijelaskan oleh dimensi 7C pesan kampanye. Sementara itu, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa saluran kampanye merupakan faktor paling dominan terhadap sikap peduli lingkungan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efektivitas kampanye lingkungan pada generasi muda lebih ditentukan oleh pemilihan dan pengelolaan saluran komunikasi, khususnya media sosial dibandingkan hanya kualitas isi pesan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pesan kampanye, gerakan lingkungan, 7C, komunikasi persuasif
  • NIM: 2002056009
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2020
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Rina Juwita, S.IP., MHRIR
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_annisa_larasati_2002056009 (05-18-26-08-36-26).pdf (417 kB)

Analisis Personal Branding pada Selebgram Shafa’Salsabila di Media Sosial Instagram (Purwati Ningsih)

Submitted by: ,
On: May 6, 2026 @ 2:19 PM
IP: 182.8.162.80

  • Judul artikel eJournal: Analisis Personal Branding pada Selebgram Shafa’Salsabila di Media Sosial Instagram
  • Pengarang (nama mhs): Purwati Ningsih
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Di era digital yang semakin berkembang, Personal branding menjadi hal yang biasa untuk dilakukan. Membentuk Personal branding menjadi salah satu cara bagi seseorang untuk meningkatkan citra, karakter dan kepribadian yang menjadi sebuah identitas seseorang. Dengan hadirnya berbagai fitur Instagram yang beragam menjadikan seseorang mudah untuk melakukan Personal branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana personal branding pada selebgram Shafa Salsabila di media sosial Instagram. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan delapan konsep personal branding. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan Teknik pegumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shafa’ Salsabila berhasil melakukan personal branding di media sosial Instagram yang mendapatkan kepercayaan pengikutnya sebagai selebgram di bidang edukasi public speaking. Shafa’ Salsabila berhasil mengaplikasikan delapan konsep Personal branding milik Montoya dan Vandehey yang terdiri dari spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, kenampakan, kesatuan, keteguhan, dan maksud baik. Keahliannya dalam bidang public speaking dikemas dengan konten edukasi yang menarik dan relate, sehingga dapat diterima dan dinikmati oleh para pengikutnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Instagram, selebgram, Personal branding, public speaking
  • NIM: 2102056083
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Johantan Alfando. WS,S.I.Kom., M.I.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_Purwati_Ningsih_2102056083 (05-06-26-02-19-19).pdf (323 kB)

Makna Self Love Pada Lirik Lagu Who Says (Mallisa, Leslye Agustin)

Submitted by: Agustin, Mallisa Leslye
On: Apr 6, 2026 @ 1:52 PM
IP: 125.160.114.42

  • Judul artikel eJournal: Makna Self Love Pada Lirik Lagu Who Says
  • Pengarang (nama mhs): Mallisa, Leslye Agustin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Lirik “Who Says” oleh Selena Gomez menekankan pentingnya self-love, menyoroti tekanan sosial terkait kecantikan dan ekspetasi yang tidak realistis pada wanita. Makna Self Love dalam lirik lagu ”Who Says” oleh Selena Gomez dapat diinterpretasikan dan dipahami, terutama dalam konteks tekanan sosial yang berkaitan dengan standar kecantikan dan ekspetasi yang tidak realistis erhadap wanita. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai berdasarkan rumusan masalah tersebut yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pemaknaan self love pada lirik lagu who says selena gomez. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif.AnalisisdatamenggunakananalisissemiotikaSaussure.Lagu”WhoSays” oleh Selena Gomez menekankan pentingnya self love dengan menerima diri dan menolak penilaian negatif orang lain. Liriknya mengajak pendengar untuk merayakan keunikan dan keindahan diri sendiri tanpa terpengaruh oleh standar kecantikan yang tidak realistis. Dengan menolak ekspetasi eksternal, lagu ini menginspirasi pendengar untuk membangun kepercayaan diri yang kokoh dan merayakan diri mereka sendiri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Who says” , makna, self-love, semiotika
  • NIM: 1902056095
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Kadek Dristiana Dwivayani, S.Sos., M.Med Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Mallisa Leslye_Ilkom (04-06-26-01-52-11).pdf (244 kB)

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PERINGATAN DARURAT PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG UU PILKADA DI NARASI.TV DAN MEDIA INDONESIA.COM (Lestari Ageng Budi Wibowo)

Submitted by: Wibowo, Lestari
On: Mar 17, 2026 @ 4:39 AM
IP: 125.160.115.76

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PERINGATAN DARURAT PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG UU PILKADA DI NARASI.TV DAN MEDIA INDONESIA.COM
  • Pengarang (nama mhs): Lestari Ageng Budi Wibowo
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Berita tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan fakta, tetapi juga membentuk cara masyarakat memahami suatu peristiwa. Melalui pemilihan kata, penekanan isu, dan sudut pandang tertentu, media mengonstruksi realitas sehingga makna yang diterima pembaca tidak sepenuhnya netral. Dalam konteks politik, cara media membingkai suatu peristiwa dapat memengaruhi persepsi publik dan membentuk opini terhadap isu yang diberitakan. Pemberitaan tentang fenomena peringatan darurat (Garuda Biru) pada Agustus 2024 menjadi contoh bagaimana satu peristiwa yang sama direpresentasikan secara berbeda oleh media. Fenomena ini muncul sebagai respons publik terhadap putusan Mahkamah Konstitusi dan revisi Undang-Undang Pilkada. Narasi.tv dan MediaIndonesia.com sama-sama memberitakan peristiwa tersebut, namun dengan penekanan dan sudut pandang yang berbeda, sehingga makna yang dibangun kepada pembaca tidak sepenuhnya sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peristiwa Garuda Biru dibingkai oleh Narasi.tv dan MediaIndonesia.com serta bagaimana perbedaan pembingkaian tersebut memengaruhi cara pembaca memaknai peristiwa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif. Teori framing yang digunakan adalah model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang menekankan struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam teks berita. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pembingkaian antara kedua media. Narasi.tv cenderung membingkai Garuda Biru sebagai bentuk kritik publik dan perlawanan simbolik terhadap kebijakan yang dinilai bermasalah, dengan penekanan pada suara warga dan isu demokrasi. Sementara itu, MediaIndonesia.com lebih menekankan aspek prosedural dan stabilitas politk.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Berita, Framing, Peringatan Darurat, Garuda Biru, UU Pilkada
  • NIM: 2102056043
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Nurliah, S.Sos., M.I.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Artikel eJournal_Lestari Ageng_14 (1)_80-90 (03-17-26-04-39-50).pdf (369 kB)