REPRESENTASI PERUNDUNGAN DALAM FILM FASHION KING (Maheda)

Submitted by: maheda, maheda
On: Jan 24, 2018 @ 10:16 AM
IP: 36.75.95.190

  • Judul artikel eJournal: REPRESENTASI PERUNDUNGAN DALAM FILM FASHION KING
  • Pengarang (nama mhs): Maheda
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Dalam survey yang dilakukan kepada 97 responden di Samarinda mengklaim bahwa 66% dari korban perundungan menjadi penakut dan pemalu baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menonton kekerasan dalam televisi dapat menyebabkan tingkah laku agresif karena film memiliki kemampuan mempengaruhi secara psikologis atau yang dikenal dengan istilah identifikasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa representasi perundungan yang diinterprestasikan dalam film Fashion King melalui tanda denotasi dan konotasi berdasarkan konsep semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Fashion King menyajikan perundungan fisik dalam 5 scene dengan jumlah 9 sequence dan perundungan mental dalam 4 scene berbeda. Setiap tindakan perundungan yang terjadi dalam film Fashion King selalu diiringi dengan adanya perbedaan selera berpakaian antara pelaku dan korban, baik itu perbedaan yang mencolok hingga perbedaan yang tak kasat mata.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perundungan,Fashion King, Semiotika
  • NIM: 1302055199
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Cathas Teguh Prakoso, M.Si dan Hikmah, S.Sos., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Ilmu Komunikasi (01-24-18-10-16-47).pdf (191 kB)

REPRESENTASI RITUAL UPACARA KEMATIAN ADAT SUKU TORAJA DALAM PROGRAM DOKUMENTER INDONESIA BAGUS NET TV EPISODE TORAJA (DWI WAHYUNINGSIH)

Submitted by: Wahyuningsih, Dwi
On: Jan 18, 2018 @ 12:54 AM
IP: 180.248.255.95

  • Judul artikel eJournal: REPRESENTASI RITUAL UPACARA KEMATIAN ADAT SUKU TORAJA DALAM PROGRAM DOKUMENTER INDONESIA BAGUS NET TV EPISODE TORAJA
  • Pengarang (nama mhs): DWI WAHYUNINGSIH
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Dwi Wahyuningsih. 1302055107. Representasi Ritual Upacara Kematian Adat Suku Toraja dalam Program Dokumenter Indonesia Bagus NET TV Episode Toraja, dibawah bimbingan Hj. Hairunnisa, S.Sos., M.M selaku dosen pembimbing I dan Sabiruddin, S.Sos. I., M.A selaku dosen pembimbing II, program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam representasi ritual upacara kematian adat suku Toraja dalam program dokumenter Indonesia Bagus NET TV episode Toraja dilihat dari perspektif semiotika Roland Barthes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam representasi ritual upacara kematian adat suku Toraja dalam program dokumenter Indonesia Bagus NET TV episode Toraja dilihat dari perspektif semiotika Roland Barthes. Dengan jenis penelitian kualitatif interpretatif berdasarkan model semiotika dari Roland Barthes berupa sistem tanda yang dibagi menjadi denotasi dan konotasi, dan kemudian konotasi tersebut berkembang menjadi mitos. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa representasi dari film dokumenter Indonesia Bagus ini menggambarkan prosesi mantarima tamu yang di denotasikan dengan tarian ma’randing dan pakaian berwarna hitam, kemudian prosesi ma’ pasonglo’ yang di denotasikan dengan lamba-lamba atau kain merah dan sarigan atau keranda khas Toraja, kemudian prosesi ma’ badong yang di denotasikan dengan pakaian berwarna hitam dan syair-syair duka cita, kemudian prosesi mantunu yang di denotasikan dengan kerbau, dan yang terakhir ma’ kaburu yang di denotasikan dengan ekspresi kesedihan dan patane’ atau kuburan berbentuk rumah. Sedangkan secara konotasi dalam film dokumenter Indonesia Bagus menggambarkan bahwa semua prosesi-prosesi yang dilakukan bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, bersama para leluhur mereka yang bertempat di puya. Karena menurut banyak orang apa yang di paparkan di konotasi telah berkembang lama di masyarakat, maka itulah yang disebut mitos menurut Barthes.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Representasi, Ritual Upacara Kematian, Program Dokumenter, Adat Suku Toraja, Sem
  • NIM: 1302055107
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: HJ. Hairunnisa, S.Sos., M. M, Sabiruddin, S.Sos. I., M. A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL FIX tanpa cover (01-18-18-12-54-04).pdf (251 kB)

REPRESENTASI AGAMA DALAM IKLAN INDONESIA ADALAH KITA DI NET.TV (ADE PUTRI)

Submitted by: Putri, Ade
On: Jan 17, 2018 @ 4:44 AM
IP: 180.248.255.95

  • Judul artikel eJournal: REPRESENTASI AGAMA DALAM IKLAN INDONESIA ADALAH KITA DI NET.TV
  • Pengarang (nama mhs): ADE PUTRI
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis iklan Indonesia adalah kita dalam merepresentasikan agama di Net. TV. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif interpretatif berdasarkan model semiotika dari Roland Barthes berupa sistem tanda yang dibagi menjadi denotasi dan konotasi yang berada pada objek yang diteliti berdasarkan hasil dari analisis peneliti mengenai representasi iklan Indonesia adalah Kita di Net. TV. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yaitu buku teks, file video yang di download dari internet, dan referensi yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi ini. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa makna tanda representasi agama dalam iklan Indonesia adalah Kita terkait tanda yang diberikan seperti umat Islam Membaca Al-Qur’an, perempuan dan pria yang membakar dupa, umat Hindu yang beribadah, para biksu ke Candi Borobudur, dan antar umat beragama yang saling bercengkerama, hal tersebut merupakan suatu tanda kerukunan beragama di tengah keanekaragaman budaya merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dan makna simbol representasi agama dalam iklan Indonesia adalah Kita seperti Al-Qur’an, Kalung Rosario, Salib, Patung Bunda Maria dan Tempat ibadah (Masjid dan Pura) semua hal tersebut merupakan suatu simbol keagamaan yang ada di Indonesia, simbol tersebut bukan suatu jarak atau perbedaan melainkan suatu pemersatu antar umat beragama.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Iklan, Indonesia adalah Kita, representasi, agama
  • NIM: 1302055127
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M. Si, Sabiruddin, S. Sos. I., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL UPLOAD (01-17-18-04-44-34).pdf (237 kB)

sistem komunikasi interpersonal komunitas rokok elektrik East Borneo Vapers Community dalam mengubah pola pikir para perokok tembakau (Imsan Aidil)

Submitted by: aidil, imsan
On: Jan 16, 2018 @ 12:25 PM
IP: 114.125.187.90

  • Judul artikel eJournal: sistem komunikasi interpersonal komunitas rokok elektrik East Borneo Vapers Community dalam mengubah pola pikir para perokok tembakau
  • Pengarang (nama mhs): Imsan Aidil
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Sistem Komunikasi Interpersonal Komunitas Rokok Elektrik East Borneo Vapers Community Dalam Mengubah Pola Pikir Para Perokok Tembakau. Di bawah bimbingan Bapak Dr. Farhannudin Jamanie, M.Si selaku pembimbing I dan Ibu Kezia Arum Sary, S.Ds, M.Med.Kom selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem komunikasi interpersonal komunitas rokok elektrik East Borneo Vapers Community dalam mengubah pola pikir para perokok tembakau. Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa komponen Input itu ialah berupa adanya sebuah harapan dari pihak member East Borneo Vapers Community untuk merubah pola pikir perokok tembakau, harapan tersebut yang menjadi komponen penggerak untuk melakukan komunikasi. Komponen Proses ialah proses komunikasi itu sendiri yang berupa sebuah informasi serta edukasi, dan komponen output ialah berupa hasil dari sebuah sistem tersebut seperti bertambahnya jumlah pengguna Vape di Kota Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Input, Proses, Output,Vape, East Borneo Vapers Community
  • NIM: 1302055226
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: pembimbing 1 Dr. Farhannudin Jamanie, M.Si dan pembimbing 2 Kezia Arum Sary, S.Ds, M.Med.Kom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal (01-16-18-12-25-37).pdf (197 kB)

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA ETNIS JAWA DENGAN ETNIS BANJAR DI DESA TELUK DALAM, KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG (Dedy Trio Efendi)

Submitted by: Trio Efendi, Dedy
On: Jan 16, 2018 @ 11:41 AM
IP: 114.125.202.127

  • Judul artikel eJournal: KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA ETNIS JAWA DENGAN ETNIS BANJAR DI DESA TELUK DALAM, KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG
  • Pengarang (nama mhs): Dedy Trio Efendi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan komunikasi antar budaya yang meliputi akomodasi komunikasi etnis Jawa dengan etnis Banjar di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong seberang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data model interaktif oleh Matthew B. Miles dan Michael Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Teluk Dalam melakukan akomodasi komunikasi ketika melakukan percakapan dengan orang lain yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dari strategi akomodasi yang meliputi konvergensi, divergensi dan akomodasi berlebih, masyarakat di desa tersebut lebih memilih konvergensi. Dalam melakukan akomodasinya, masyarakat menggunakan komunikasi antar pribadi diadik dan triadik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Akomodasi, konvergensi, divergensi, akomodasi berlebih, komunikasi antar budaya,
  • NIM: 1302055254
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang. M.Si, Sabiruddin, S.Sos. I., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): EJOURNAL FIX DEDY (01-16-18-11-41-31).pdf (235 kB)

ANALISIS KOMUNIKASI PERSUASIF BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SAMARINDA DALAM SOSIALISASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SAMARINDA (JUNIO REZKY PUTRA)

Submitted by: Rezky, Junio
On: Jan 8, 2018 @ 1:45 AM
IP: 114.125.218.227

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS KOMUNIKASI PERSUASIF BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SAMARINDA DALAM SOSIALISASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): JUNIO REZKY PUTRA
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Junio Rezky Putra. 1302055076. Analisis Komunikasi Persuasif Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda dalam Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Kota Samarinda, dibawah bimbingan yang saya hormati Ibu Hj. Hairunnisa S.Sos., MM selaku Pembimbing I dan Ibu Kadek Dristiana Dwivayani, S.Sos., M.Med.Kom. selaku Pembimbing II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan penelitian yaitu: “Untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan menganalisa komunikasi persuasif dalam kegiatan sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Kota Samarinda. Fokus penelitian ini yaitu meliputi Metode Partisipasi dan Metode Asosiasi.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Komunikasi Persuasif Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda dalam Sosialiasi Bahaya Penyalahgunaan narkoba di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Kota Samarinda sudah menerapkan Metode Partisipasi dan Metode Asosiasi. Namun ada metode yang belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat, sepertiMetode Partisipasi yang melibatkan seseorang atau publik dalam suatu kegiatan agar timbul saling pengertian diantara mereka, ini masing terkendali jadwal yang terkadang membuat kegiatan sosialisasi jadi kurang maksimal.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): komunikasi persuasif, sosialisasi, narkoba, siswa sekolah menengah atas
  • NIM: 1302055076
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: I: Hj. Hairunnisa S.Sos., MM. II: Kadek Dristiana Dwivayani, S.Sos., M.Med.Kom.
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): (JUNIO) jurnal skripsi (07-18-17-10-55-31) (01-08-18-01-45-47).pdf (81 kB)

PERAN HUMAS PT PLN (PERSERO) AREA SAMARINDA DALAM PROGRAM HEMAT LISTRIK DI KOTA SAMARINDA (Khairiyah Wahyuningrum)

Submitted by: ,
On: Jan 4, 2018 @ 4:16 AM
IP: 36.75.45.202

  • Judul artikel eJournal: PERAN HUMAS PT PLN (PERSERO) AREA SAMARINDA DALAM PROGRAM HEMAT LISTRIK DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Khairiyah Wahyuningrum
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Khairiyah Wahyuningrum, Peran Humas PT PLN (Persero) Area Samarinda dalam Program Hemat listrik di Kota Samarinda, Di bawah bimbingan Chairul Aftah, S. IP, MIA dan Nurliah, S.Sos, M.Ikom Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Peran humas PT PLN (Persero) Area Samarinda dalam Program Hemat listrik di Kota Samarinda. Penelitian ini termasuk studi deskriptif kualitatif dan data primer diperoleh melalui wawancara kepada 2 orang key informan inti yaitu Kepala Humas PT. PLN (Persero) Area Samarinda serta staf humasPLN. Hasil penelitian diperoleh gambaran yaitu peran Humas sebagai penasehat ahli adalah turut serta memberikan nasehat kepada perusahaan bila terjadi masalah atau sedang membuat kebijakan baru yang berhubungan dengan khalayak. Sebagai fasilitator komunikasi telah menjelaskan bahwa semaksimal mungkin memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan adanya pertemuan yang dilakukan setiap hari kerja kepada pelanggan mengenai hemat listrik ini, Peranan sebagai fasilitator proses pemecah masalah sudah merespon dengan cepat terhadap masalah yang terjadi di PLN Peranannya sebagai teknisi komunikasi dalam menyebarluaskan informasi hemat listrik maka PT. PLN (Persero) juga menggunakan media komunikasi sebagai alat bantu dalam menyampaiakan informasi hemat listrik kepada pelanggan. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa menjalankan perannya dengan memberikan nasehat berdasarkan kasus atau kejadian yang terjadi sebelumnya. Humas membantu menyelesaikan permasalahan yang pernah dialami oleh PT PLN (Persero), humas juga ikut berpartisipasi dalam menjalankan kegiatan hemat listrik serta jika terjadi suatu masalah dalam kegiatan tersebut humas pasti dilibatkan dari awal sampai masalah tersebut selesai.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Humas, Hemat listrik
  • NIM: 1102055157
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Komunikasi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Chairul Aftah, S. IP, MIA dan Nurliah, S.Sos, M.Ikom
  • Nama eJournal: eJournal Ilmu Komunikasi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Skripsi Khairiyah-157 (01-04-18-04-16-22).pdf (2384 kB)